Selasa, 27 November 2012

matematika dan logika



Matematika dan Logika
Konsep logika tentunya banyak terkandung dalam study yang diidentikan dengan sub bagian dari matematika yang sering kali dan memang iya selalu ideal dengan kajian nurturant effect dari pembelajaran matematika itu sendiri. Bahkan dalam skripsi yang hendak saya tulis pun sesungguhnya berangkat dari suatu ghirah yang menyebutkan bahwa matematika sesungguhnya membuat orang jadi berpikir logis. Apa iyaaa…..sehebat itu???
Kesannya mungkin terlalu berlebihan dalam men-judge matematika yang sedemikian sehingga bagi kaum matikers adalah memang melakukan pembelaan. Selaras dengan itu dalam GBHN sendiri tertera sangat jelas bahwasanya tujuan umum diberlakukannya matematika adalah “…..untuk menyiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien”.
Sangat jelas dari tujuan umum itu diharapkan dengan adanya matematika ini justru membantu kita dalam bertindak-tanduk sebagai khalifah fil ardhi yang senantiasa tiap waktu mengambil keputusan terbaik. Dan…so all ini adalah bagian dari berpikir logis. J
Matematika tumbuh dan berkembang karena proses berfikir, oleh karena itu logika adalah dasar untuk terbentuknya matematika. Logika adalah masa bayi dari matematika, sebaliknya matematika adalah masa dewasa dari logika. Sejalan dengan berkembangnya matematika, maka banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai matematika.
1.     James dan James (1976) mengatakan bahwa matematika adalah  ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan  satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi kedalam tiga bidang, yaitu : aljabar, analisis dan geometri. Namun pembagian yang jelas amatlah sukar untuk dibuat, sebab cabang-cabang itu semakin bercampur. Adanya pendapat yang mengatakan bahwa matematika  itu timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses, dan penalaran yang terbagi menjadi 4 wawasan yang luas yaitu aritmatika, aljabar, geometrid an analisis.
2.     Johnson dan Rising (1972) berpendapat bahwa matematika adalah  pola berfikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logic, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat, representasinya dengan symbol dan padat, lebih berupa bahasa symbol mengenai ide daripada mengenai bunyi.
3.     Reys dkk (1984) mengatakan bahwa matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berfikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat.
4.     Kemudian Kline (1973) mengemukakan bahwa matematika itu bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dam menguasai permasalahan social, ekonomi, dan alam.Masih banyak lagi defenisi-defenisi tentang matematika tetapi tidak satupun perumusan yang dapat diterima umum atau sekurang-kurangnya dapat diterima dari berbagai sudut pandang.

Referensi :

semoga manfaat J














www.iaincirebon.ac.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar